Kolonialisme VS. Kesakralan: Dampak Penduduk Inggris Terhadap Sistem Kepercayaan dan Kohesi Sosial Suku Aborigin
Main Article Content
Abstract
Suku Aborigin Australia merupakan peradaban tertua dengan sistem kekerabatan kompleks yang menggabungkan antara manusia, alam, dan spiritualitas, serta mengalami gangguan parah akibat kolonialisme bangsa Eropa sejak tahun 1788. Walaupun menghadapi perempasan tanah dan kebijakan asimilasi, sistem ini memperlihatkan ketahanan budaya yang luar biasa, bahkan menjadi dasar klaim Native Title. Penelitian kualitatif dengan studi literatur ini dapat menganalisis ketahanan tersebut melalui teori Emile Durkheim, khususnya pada konsep yang sakral dan kesadaran kolektif. Tujuannya adalah untuk mengenali unsur kesakralan dalam sistem kepercayaan dan struktur sosial Aborigin pra-kolonial. Hasil penelitian menyatakan bahwa kesakralan sistem tersebut berpusat pada konsep Dreamtime, totemisme klan, pelaksanaan ritual, serta interaksi timbal balik dengan alam. Kesimpulannya, kolonialisme memberikan dampak terbesar terhadap kohesi sosial yang dapat menghancurkan kesadaran kolektif yang sakral, sekaligus menampilkan kemampuan sistem kekerabatan Aborigin untuk dapat beradaptasi dan bertahan.
Downloads
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
References
Anderson, K., & Wild, R. (2020). Cultural burning and Indigenous land management in Australia. Ecological Management & Restoration, 21(3), 189–198.
https://doi.org/10.1111/emr.12436
Asrawijaya, E. (2024). Traditional ecological wisdom for the resilience of Indigenous peoples in Indonesia. Besari: Journal of Social and Cultural Studies, 1(2), 59–77.
Berndt, R. M., & Berndt, C. H. (2021). The world of the first Australians. Aboriginal Studies Press.
Biddle, N., & Markham, F. (2021). Indigenous disadvantage and cultural resilience in Australia. Australian Journal of Social Issues, 56(2), 123–140.
https://doi.org/10.1002/ajs4.137
Dimas, R. A. (2023). Kesadaran kolektif dan praktik sakral dalam masyarakat adat kontemporer. Jurnal Sosiologi Reflektif, 17(2), 201–219.
Dockery, A. M. (2020). Culture, housing, and Indigenous wellbeing. Australian Economic Review, 53(3), 318–332.
https://doi.org/10.1111/1467-8462.12378
Gorringe, S., & Ross, J. (2021). Indigenous identity and resistance in settler-colonial societies. Journal of Sociology, 57(4), 553–569.
https://doi.org/10.1177/14407833211012284
Juanda, P., Dimyati, I. S., Komarudin, A., Wiresna, A. G., & Rustinar, E. (2025). Indigenous knowledge and ecological sustainability: A narrative review. Jurnal Antropologi Nusantara, 1(1), 1–14.
Kurniawan, D. A. (2020). Kondisi Australia prakolonial (sebelum kedatangan bangsa Inggris). Candi: Jurnal Pendidikan dan Penelitian Sejarah, 20(1), 46–57.
Langton, M., & Palmer, L. (2020). Aboriginal land rights and development. Federation Press.
Maddison, S. (2020). The colonial fantasy: Why white Australia can’t solve Black problems. Allen & Unwin.
McConvell, P., & Thieberger, N. (2022). Aboriginal language vitality and endangerment in Australia. Language Documentation & Conservation, 16, 345–367.
McCoy, B. F. (2021). Holding men: Kanyirninpa and Aboriginal masculinity. Aboriginal Studies Press.
Mustofa, A. Z. (2020). Konsep kesakralan masyarakat Emile Durkheim: Studi kasus Suku Aborigin di Australia. Madani: Jurnal Politik dan Sosial Kemasyarakatan, 12(3), 265–280.
Nakata, M., Nakata, V., Keech, S., & Bolt, R. (2020). Decolonial goals and Indigenous education. Australian Journal of Indigenous Education, 49(2), 141–151.
https://doi.org/10.1017/jie.2019.27
Peterson, N., & Myers, F. (2021). Ritual, law, and social order in Aboriginal Australia. Oceania, 91(3), 253–271.
https://doi.org/10.1002/ocea.5258
Putri, Z., & Pahlevi, M. R. (2023). Masuknya Inggris ke Australia dan dampaknya bagi Suku Aborigin. Danadyaksa Historica, 2(2), 97–102.
Rose, D. B. (2021). Country of the heart: An Indigenous Australian homeland. ANU Press.
Sari, P., Nugroho, A., Irwanto, D., & Pamulaan, A. B. (2024). Kolonialisme Inggris di Australia. TAMADDUN: Jurnal Ilmu Sosial, Seni, dan Humaniora, 2(1), 1–6.
Smith, L. T. (2021). Decolonizing methodologies: Research and Indigenous peoples (3rd ed.). Zed Books.
Sorby, J., Buchanan, F., & Smith, A. (2024). Kinship and cultural strengths: Learning from an Aboriginal perspective. Australian Social Work.
https://doi.org/10.1080/0312407X.2024.2314567
Taylor, J., & Bell, M. (2023). Indigenous population mobility and social cohesion. Population, Space and Place, 29(1).
https://doi.org/10.1002/psp.2556
Wolfe, P. (2021). Settler colonialism and the elimination of the native revisited. Journal of Genocide Research, 23(3), 347–366.
https://doi.org/10.1080/14623528.2021.1890431
Yunkaporta, T. (2020). Sand talk: How Indigenous thinking can save the world. Text Publishing.
Yunkaporta, T. (2025). Indigenous epistemology and collective consciousness in Aboriginal societies. Journal of Indigenous Studies, 18(1), 22–38.