Teknik Pembuatan Ecoprint dan Pemanfaatannya Untuk Bucket Hat

Main Article Content

Siti Khomsatin
Atina Khoiron Nisa
Shally Ayu Chintya

Abstract

Teknik ecoprint adalah proses mentransfer warna dan bentuk ke kain melalui kontak langsung. Teknik ini dilakukan dengan cara menempelkan bagian tanaman yang memiliki pigmen warna pada kain berserat alami kemudian dilakukan proses pengukusan (steaming). Kelebihan teknik ecoprint yaitu proses pembuatannya mudah, bahannya baku banyak ditemukan di lingkungan sekitar, ramah lingkungan karena tidak menggunakan bahan kimia berbahaya, warna dan corak yang dihasilkan natural dan unik. Pemanfaatan teknik ecoprint dalam pembuatan bucket hat agar ecoprint lebih dikenal di kalangan masyarakat karena bucket hat sangat populer pada zaman sekarang, dan fashionable digunakan baik dari kalangan anak-anak maupun dewasa serta bertujuan untuk memanfaatkan sumber pewarna alam yang melimpah di lingkungan sekitar. Pada penelitian ini teknik ecoprint dilakukan dengan menggunakan metode pengukusan (steaming), yang terdiri dari beberapa tahap yaitu scouring, mordanting, peletakan daun pada kain, steaming dan fiksasi. Pewarna alam yang digunakan pada penelitian ini adalah daun kenikir, dau sarap, dan daun air mata pengantin. Hasil ecoprint dari ketiga daun tersebut menunjukkan bahwa daun kenikir menghasilkan warna coklat, daun sarap menghasilkan warna hitam keabu-abuan dan daun air mata pengantin menghasilkan warna hijau muda. Warna yang dihasilkan cenderung natural dan lembut (soft). Corak yang dihasilkan unik dan menarik sehingga terkesan eksklusif.  Pemanfatan kain hasil ecoprint dapat diaplikasikan dalam pembuatan berbagai produk fashion diantaranya bucket hat.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

How to Cite
Siti Khomsatin, Atina Khoiron Nisa, & Shally Ayu Chintya. (2023). Teknik Pembuatan Ecoprint dan Pemanfaatannya Untuk Bucket Hat. ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin, 2(9), 4506–4511. https://doi.org/10.56799/jim.v2i9.2188
Section
Articles