Analisa Peluang Dan Ancaman Perdagangan Bebas Produk Perkebunan: Studi Kasus Indonesia Dengan Thailand
Main Article Content
Abstract
Indonesia memiliki luas perkebunan karet yang besar tetapi produktivitas rendah, menghadapi persaingan dari negara lain, dan terpengaruh oleh melemahnya harga karet dunia. Thailand, dengan perkebunan lebih kecil, unggul dalam produktivitas karet alam. Pemerintah Indonesia menerapkan program peremajaan kebun karet rakyat untuk meningkatkan produksi dan daya saing. Strategi peningkatan mutu dan proses produksi serta peningkatan kualitas bahan olah karet sesuai standar nasional sangat penting untuk bersaing di pasar global. Dengan bea masuk barang yang kompetitif di ASEAN, Indonesia dan Thailand memiliki potensi besar dalam industri perkebunan. Kolaborasi, inovasi, dan dukungan pemerintah di tingkat off-farm diperlukan untuk mengatasi tantangan ekspor dan memastikan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Keywords: Ancaman, Ekspor, Impor, Peluang, Perkebunan
Downloads
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
References
Ardanari, S. D., & Mukiwihando, R. (2020). Daya Saing Ekspor Karet Alam Tiga Negara Itrc (Indonesia, Thailand, Malaysia) Di Pasar Internasional Periode 1994-2018.
Jurnal Manajemen Keuangan Publik, 4(1), 81–87. https://doi.org/10.31092/jmkp.v4i1.806
Direktorat Jendral Pertanian. (2018).
Gohet, E., Lacote, R., Leconte, A., Chapuset, T., Rivano, F., & Chambon, B. (2016). Improving rubber smallholdings productivity and resilience through adoption of good agricultural practices. Focus Forum on Natural Rubber Sustainability, May, 15 p. http://agritrop.cirad.fr/580466/
Indonesia, S. (2022). Badan Pusat Statistik. https://www.bps.go.id/id/statistics- table/1/MjAzMSMx/ekspor-kendaraan-bermotor-roda-empat-atau-lebih-menurut- negara-tujuan-utama-2012-2022.html
Kamaludin, R. (2018). Competitiveness and Exports Sustainability of The Indonesian Natural Rubber. Sriwijaya International Journal Of Dynamic Economics And Business, 2(1), 85–98. http://ejournal.unsri.ac.id/index.php/sijdeb
Mdludin, N., Applanaidu, S., & Abdullah, H. (2016). An Econometric Analysis of Natural Rubber Market In Malaysia. International Journal of Environmental & Agriculture Research, 2(6), 2454–1850. https://ia800402.us.archive.org/23/items/IJOEARMAY201659/IJOEAR-MAY- 2016-59.pdf
Muenthaisong, K. (2016). An Investigation of China’s Import Demand for Technically Specified Natural Rubber (TSR) from Thailand. International Journal of Business and Economic Affairs, 1(1), 21–28. https://doi.org/10.24088/ijbea-2016-11004
Sari, K. M. D., & Darsana, I. B. (2019). Analisis Daya Saing Dan Strategi Pengembangan Ekspor Karet Alam Indonesia Di Pasar Internasional. E-Jurnal EP Unud, 27(2), 58– 66.
Treewai, P., & Chootrakool, H. (2018). The Need for FDI Investment of Latex Rubber in Thailand. Proceeding of the 2018 International …, 62–74. http://www.ijbts- journal.com/images/main_1366796758/11) VI18-1107_Full Paper-Pichet Treewai.pdf
Wahyudy, H. A., Khairizal, K., & Heriyanto, H. (2019). Perkembangan Ekspor Karet Alam Indonesia. Dinamika Pertanian, 34(2), 1–8. https://doi.org/10.25299/dp.2018.vol34(2).2642
World Integrated Trade Statistics/WITS. 2009. Trade Statistic. Online :
http://wits.worldbank.org/witsweb/
Internasional Rubber Consortium Limited : https://ircorubber.com/about-us/
https://www.bis.org/statistics/dataportal/index.htm http://www.fao.org/