Filter Air Kapur untuk Mengurangi Penyakit Batu Ginjal
Main Article Content
Abstract
Air merupakan salah satu sumber utama bagi kehidupan yang tidak bisa terlepas oleh makhluk hidup, namun kualitas sumber daya air mengalami penurunan yang dapat mengakibatkan bahaya bagi seluruh makhluk hidup. Penurunan kualitas sumber daya air terjadi akibat dari pencemaran lingkungan yang di dalamnya mengandung zat-zat berbahaya seperti logam, merkuri, hingga zat kapur yang dapat memicu berbagai penyakit berbahaya seperti salah satunya penyakit batu ginjal. Berdasarkan permasalahan yang ada di buatlah filter air kapur yang bertujuan untuk mengurangi zat kapur pada air sebagai pencegahan dini terhadap penyakit batu ginjal. Alat filter air kapur dapat mengurangi kandungan kapur yang terlarut di dalam air, pada alat ini dirancang beberapa benda seperti terdapatnya batu paras untuk mengurangi kandungan kapur pada air, arang yang berguna untuk mengurangi bau pada air, serta sensor pH untuk mengetahui kualitas air yang tertampung. Diharapkan alat ini dapat membantu masyarakat dalam menangani kandungan air yang terkandung kapur di dalam sumur sehingga terhindar dari penyakit batu ginjal.
Downloads
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
References
Zulhilmi dkk. (2019) Faktor Yang Berhubungan Tingkat Konsumsi Air Bersih Pada Rumah Tangga Di Kecamatan Peudada Kabupaten Bireun, 7(2), 110-126.
Septa, B. (2017). Pengaruh Zat Kapur {Ca(OH)2} Dalam Air Terhadap Calculus Indeks Pada Murid Kelas V SDN 105 Baraka Dan Murid Kelas V SDN 123 Banti Kabupaten Enrekang Tahun 2011, 16(2), 54-65.
Dina. (2016). Pelatihan Biosand Filter untuk Menangani Masalah Kesadahan (Kadar Kapur) dalam Air bagi Masyarakat Kelurahan Giritontro Kabupaten Wonogiri, 1-7.
Balitbang Kemenkes RI. (2018). Riset Kesehatan Dasar: RISKESDAS. Jakarta: Balitbang Kemenkes RI
Biela, R. Kučera, T. (2016) Efficacy of Sorption Materials for Nickel, Iron and Manganese Removal from Water, in Procedia Engineering, 56-63.
Adimalla, N. (2020). Spatial Distribution, Exposure, and Potential Health Risk Assessment From Nitrate in Drinking Water from Semi-Arid Region of South India. 26(2), 310–334.
Kesumaningrum F, Ismayanti NA, Muhaimin M. (2019). Analisis Kadar Logam Fe, Cr, Cd dan Pb Dalam Air Minum Isi Ulang di Lingkungan Sekitar Kampus Universitas Islam Indonesia Yogyakarta Menggunakan Spektrofotometer Serapam Atom (SSA)., 2(1): 41-46.
Kurniati E dkk. (2020). Analisis Pengaruh pH dan Suhu Pada Desinfeksi Air Menggunakan Microbubble dan Karbondioksida Bertekanan. Jurnal Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan, 10(2), 247-256.
Kalsum L dkk. (2019). Kinerja Sistem Filtrasi Dalam Menurunkan Kandungan TDS Fe dan Organik dalam Pengolahan Air Minum. Jurnal Kinetika, 10(1), 46-49.
Alihar, F. (2018). Penduduk dan Akses Air Bersih di Kota Semarang, 13(1), 67-76.